Beberapa waktu lalu marak muda-mudi  yang merayakan hari kasih sayang atau valentine day. Mereka merayakannya dengan saling memberi hadiah, kencan berdua, bergandengan tangan, bahkan mejeng di kegelapan demi menyatakan cinta di hari tersebut. Ini tentu saja cinta kasih yang tidak halal.

Hal ini mendapat perhatian khusus dari para remaja muslim termasuk pelajar di Gorontalo.

Empat sekolah di provinsi Gorontalo mengadakan tabligh akbar.

Yang pertama ROHIS SMAN 1 Kota Gorontalo, mengangkat tema “Cinta Tak Selamanya Tentang Valentine” Bertempat di Aula SMAN 1 Kota Gorontalo.

Kegiatan ini adalah momen untuk menyadarkan kepada siswa-siswi SMAN 1 Kota Gorontalo akan pentingnya dampak kepada remaja tatkala merayakan perayaan ini. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh siswa maupun siswi SMAN 1 Kota Gorontalo serta bapak/ibu guru staff dewan guru. Adapun penyelenggara dari kegiatan ini ialah PD HILMI Kota Gorontalo yang kemudian direalisasikan bersama Pengurus ROHIS SMAN 1 Kota Gorontalo dan disetujui oleh pihak sekolah.

Tujuan dari kegiatan ini tidak lain sebagai bentuk penguatan kepada siswa-siswi untuk menjauhi perayaan yang menyerupai orang-orang kafir serta bahaya dan malapetaka yang dapat menjerumuskan seseorang tatkala merayakan perayaan ini.

“Remaja itu sebenarnya tidak ada yang nakal, hanya saja perlu kita arahkan. Kita selaku orang tua harus menjadi orang yang pertama membimbing dan memotivasi dengan bijak kepada mereka tatkala mereka dihadapkan dengan masalah-masalah tentang percintaan seperti ini”. Ujar Bapak Basri Usman Amara selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Gorontalo.

“Ketika orang beriman mendengar kata zina, maka seharusnya ia merasa jijik. Jika ia merasa tertarik maka masih dipertanyakan tentang keimanannya” Sahut Ustadz Rizal Umbingo selaku Pemateri pada kegiatan tersebut.

Yang kedua┬áROHIS SMAN 2 Gorontalo┬ádengan tema “Valentine’s Day Dalam Pandangan Islam”. Bertempat di Lapangan SMAN 2 Gorontalo.

Kegiatan ini adalah momen untuk mengingatkan kembali kepada siswa-siswi SMAN 2 Gorontalo untuk menjauhi perayaan-perayaan yang tidak ada di dalam syariat islam. Dihadiri oleh seluruh siswa maupun siswi SMAN 2 Gorontalo. Adapun penyelenggara dari kegiatan ini ialah PD HILMI Kota Gorontalo yang kemudian direalisasikan bersama Pengurus ROHIS SMAN 2 Gorontalo dan disetujui oleh pihak sekolah.

Tujuan dari kegiatan ini tidak lain sebagai bentuk penguatan kepada siswa-siswi agar kiranya menjauhi perayaan yang dapat menjerumuskan seseorang terutama pada wanita tatkala banyak lelaki yang menggunakan momen ini untuk dipergunakan kepada hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dalam islam hari kasih sayang itu setiap hari dan yang pantas mendapat kasih sayang ialah kedua orang tua. Kita sebagai anaknya seharusnya berjuang untuk membahagiakan mereka, bukan berjuang kepada mereka yang belum tentu menjadi jodoh kita” Ujar Akh Rizky Latif selaku Ketua PD HILMI Kota Gorontalo dan juga merupakan pemateri pada kegiatan tersebut.

Yang ketiga ROHIS SMAN 3 Gorontalo┬ádengan tema “Kisah-Kasih Putih Abu-Abu”. Bertempat di Masjid Baitul Hamdi SMAN 3 Gorontalo.

Kegiatan ini adalah momen untuk menyadarkan siswa-siswi SMAN 3 Gorontalo untuk menjauhi perayaan-perayaan di luar syariat islam. Dihadiri oleh seluruh siswa maupun siswi SMAN 3 Gorontalo. Adapun penyelenggara dari kegiatan ini ialah PD HILMI Kota Gorontalo yang kemudian direalisasikan bersama Pengurus ROHIS SMAN 3 Gorontalo dan disetujui oleh pihak sekolah.

Tujuan dari kegiatan ini tidak lain sebagai bentuk penguatan kepada siswa-siswi untuk menjauhi perayaan yang menyerupai orang-orang kafir serta bahaya dan malapetaka yang dapat menjerumuskan seseorang tatkala merayakan perayaan ini.

“Ketika kamu lebih sering mengerjakan perintah pacarmu dan perintah Allah selalu kau lupakan, lantas sekarang siapa sebenarnya Tuhanmu pacar atau Allah Subhanahu Wa Ta’ala ? “. Sahut Akh Afghan Zubeidi selaku Ketua Departemen Dakwah & Kaderisasi yang juga merupakan pemateri pada kegiatan tersebut.

Yang ke-empat Rohis SMAN 1 Telaga dengan tema “Menyikapi Dengan Bijak Tentang Valentine’s Day”. Bertempat di Aula SMAN 1 Telaga.

Kegiatan ini adalah momen untuk menyadarkan siswa-siswi SMAN 1 Telaga untuk menjauhi perayaan-perayaan di luar syariat islam. Dihadiri oleh seluruh siswa maupun siswi SMAN 1 Telaga. Adapun penyelenggara dari kegiatan ini ialah PD HILMI Kota Gorontalo yang kemudian direalisasikan bersama Pengurus ROHIS SMAN 1 Telaga dan disetujui oleh pihak sekolah.

Tujuan dari kegiatan ini tidak lain sebagai bentuk penguatan kepada siswa-siswi untuk menjauhi perayaan yang menyerupai orang-orang kafir serta bahaya dan malapetaka yang dapat menjerumuskan seseorang tatkala merayakan perayaan ini.

“Jangan sampai Valentine’s Day dapat merusak Aqidahmu karena Valentine’s day bukan budaya daripada umat islam”. Ujar Bapak Djefri Kadjudju selaku Pembina ROHIS SMAN 1 Telaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here