Kepedulian adalah nilai penting yang harus dimiliki oleh seseorang. Karena memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan nilai-nilai penting lainnya seperti: keikhlasan, kasih sayang, tawadhu’ (Kerendahan hati), kedermawanan, dan lain sebagainya.

Islam sebagai agama samawi yang sempurna, memperhatikan semua aspek kehidupan dalam setiap ajarannya, sehingga seorang muslim tidak sekedar terbentuk menjadi pribadi yang baik dan bernilai individu, namun juga bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya yang diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial.

Berikut ini beberapa amalan dalam syariat Islam yang wajib diamalkan agar terbentuk pribadi muslim yang memiliki nilai kepedulian yang positif terhadap lingkungannya:

1. Berbakti kepada kedua orang tuanya.

Orang tua adalah manusia yang paling berhak atas segenap kebaikan yang dimiliki seorang anak. Ini merupakan prioritas yang paling utama dan pertama dari nilai kepedulian yang dia berikan kepada lingkungannya.

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Pada suatu ketika ada seoarng yang datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bertanya, “Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku perlakuan dengan baik? “ beliau menjawab “ibumu” kemudian siapa lagi?” tenyanya kembali. Beliau menjawab “ibumu”. Lalu siapa lagi?” beliau menjawab, “Ibumu”. Kemudian siapa lagi?” orang tersebut bertany alagi, Nabi menjawab,”Baru ayahmu.” (HR.Bukhari dan Muslim).

2. Tidak berperilaku yang menyakiti tetangga

serta peduli dan risau terhadap kondisi tetangga, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “Demi Allah tidak beriman demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman. “ Para sahabat bertanya, “Siapakah mereke wahai Rasulullah?” beliau menjawab. “yaitu orang yang tetangganbya tidak merasa amana dari kejahatan dirinya.” (HR. Muslim).

3. Menjenguk orang sakit.

Orang yang sedang sakit membutuhkan hiburan yang dapat menguatkannya dalam menghadapi musibah yang sedang menimpanya. Berkunjung kepada orang yang sedang sakit mempunyai keutamaan, seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

“ Barang siapa menjenguk orang yang sedang sakit, maka dia senantiasa berada pada jalan yang mengantarkannya ke surga sampai dia pulang.” (HR. Muslim)

4. Tolong menolog dan menjaga persatuan.

Senantiasa saling tolong-menolong dalam kebaikan dan menjaga persatuan dalam bingkai ukhuwah islamiyah walaupun saling berjauhan, terpencar di seluruh penjuru dunia, berbeda negeri , suku dan bangsanya.

Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadist riwayat Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu:

“Perumpamaan orang mukmin dalam mencintai , menyayangi dan saling menaruh simpati di antar mereka seperti satu tubuh, jika ada anggota tubuh yang merasa sakit, maka akan menjadikan seluruh tubuhnya ikut terjaga dan merasa sakit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa dan janganlah tolong-menilong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Maidah : 2)

Dalam perumpamaan lain Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam memisalkan kam muslimin seperti yang disebutkan oleh imam Bukhari dan Muslim dari hadists riwayat Abu Musa alAsy’ari radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Satu mukmin dengan mukmin lainnya ibarat satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dikutip dari Buku Serial Dasar-dasar Islam Oleh : Tim Ilmiah (Indonesian Community Care Center)

Foto Thumbnail: youssef naddam on unsplash

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here