Pernahkan engkau ditanya, apa cita-citamu? Mungkin sebagian besar kita akan menjawab, saya mau menjadi seorang dokter misalnya, atau hal yang lain, seperti guru, presiden, polisi, dan seterusnya. Semua itu adalah cita-cita yang begitu mulia, tapi kita katakan bahwa semua itu adalah “cita kelas rendahan”, kenapa?

Sebab cita tertinggi bagi seorang muslim hanya satu, yaitu masuk kedalam kebahagiaan tanpa batas di dalam surga, dan surga diraih dengan “Taqwa”. Maka ketika suatu saat ketika seseorang bertanya kembali kepada kita, apa cita-citamu? Maka jawab dengan cita tertinggi itu, saya mau menjadi dokter yang bertaqwa misalnya. Dan seterusnya. Apapun cita mu selalu sandingkan ketaqwaan, Allah Azza Wajalla berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat yang ke-189 yang artinya, “Bertaqwalah kepada Allah, mudah mudahan kalian beruntung”.

Bukankah kita melihat dalam realita kehidupan, kita masih saja menemukan pejabat yang korupsi,boleh jadi ketika mereka punya cita cita, hanya ingin menjadi seorang pejabat tanpa ketaqwaan yang berjalan seiringan dengannya, akhirnya lahir sifat tamak, atau kita ambil contoh sederhana, di sekolah kita, pada saat ujian, banyak teman kita yang berusaha mendapatkan nilai yang tinggi dengan cara curang. Lagi lagi semuanya tidak lepas dari ketaqwaan itu sendiri.

Kawan , bercitalah setinggi langit, presiden yang pertama di negeri ini berkata,

“Bercita-citalah setinggi langit, sebab jika engkau terjatuh, maka engkau akan jatuh diatara bintang bintang”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here