Dalam menjalani hidup di zaman ‘NOW’, khususnya para remaja akan kita dapati remaja seusia kita menggunakan kata-kata kotor dan secara umum tidak berguna. Banyak perkataan dari remaja saat ini, bila kita timbang-timbang sangat tak pantas. Karena mungkin itu sudah menjadi kebiasaan mereka berkata demikian.

“..nenek lo lagi fitnes yah..”

“..yah.. bapak mu tuh.. kerjanya apaan..”

Dan seterusnya yang kita dengar, bahkan chat, ngobrol grup di media sosial (medsos) sering kita temukan. Mungkin ada yang mengatakan hanya bercanda tapi apakah kita berfikir orang yang dengar itu terima candaan kita. Ada banyak orang yang mendengar kata-katamu dan membaca tulisan-tulisan medsos itu, Apakah mereka semua terima?

Sungguh lidah ini dan ketikan di medsos itu lebih tajam dari pisau. Ia dapat menembus apa yang tak dapat di tembus oleh pisau.

“Lisan itu mampu menembus apa yang tidak mampu ditembus oleh jarum”.

Pepatah ini mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam menggunakan lisan dan ketikan di medsos. Lidah dan ketikan di medsos merupakan sesuatu yang paling tajam di dunia ini, melebihi tajamnya pedang. Karena seseorang yang terluka akibat goresan pedang itu masih mudah disembuhkan dengan bantuan medis, tapi kalau hati seseorang sudah terluka akibat lidah atau tulisan di medsos, tidak mudah untuk menyembuhkannya. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Rasulullah, bahwa seorang muslim itu seharusnya mampu menjamin keselamatan muslim lainnya dari bahaya tangan dan lidahnya.

Banyak sekali nasehat-nasehat Rasulullah SAW dalam hadisnya yang mewanti-wanti kita untuk menjaga lisan, bahkan Rasulullah mengaitkan keimanan seseorang dengan kemampuannya dalam menjaga lisan, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam”. Ini menunjukkan bahwa dosa lisan bukanlah perkara remeh.

MENGAPA DEMIKIAN?

Mengapa banyak perkataan lisan dan ketikan di medsos yang menyakitkan hati dan tak pantas keluar dari seorang remaja? ini banyak sebab tapi yang utama sebabnya adalah hatinya kotor. Hatinya telah gelap dengan banyaknya dosa-dosa. Banyaknya mendengar hal-hal kotor sehingga mata dan hati merekam semuanya sehingga keluarlah kata-kata itu dari apa yang di dengar selama ini. Lingkungan bergaul menjadi sumber alasan remaja saat menggunakan kata-kata negatif. Mereka bergaul pada teman-teman yang suka berkata-kata tak berguna sampai menyakitkan hati.

Remaja yang tak memiliki pondasi ilmu agama yang kuat, maka akan terjatuh pada perilaku yang salah dari teman-teman bergaulnya. Mereka begitu mudah terombang-ambing akan sesatnya pergaulan. Mereka tidak menyaring kata-kata teman mereka yang mereka dengar tiap berkumpul. Bercanda itu telah biasa bagi acara kumpul remaja saat ini, saling menghina teman dan orang lain. Sampai mengatakan kata-kata kotor adalah hal-hal hebat yang di banggakan.. nauzubillah.

SOLUSI

Melihat akar masalahnya tentunya solusinya adalah menjaga pergaulan kita. Selain menjaga lisan ini juga jaga pergaulan kita. Jangan sembarangan bergaul karena akan mempengaruhi pribadi dan lisan kita.

Rasulullah sallahualaihi wasalam bersabda “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”

Hadits di atas mengandung faedah bahwa bergaul dengan teman yang baik akan mendapatkan dua kemungkinan yang kedua-duanya baik. Kita akan menjadi baik atau minimal kita akan memperoleh kebaikan dari yang dilakukan teman kita.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’adi rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan pertemanan dengan dua contoh (yakni penjual minyak wangi dan seorang pandai besi). Bergaul bersama dengan teman yang shalih akan mendatangkan banyak kebaikan, seperti penjual minyak wangi yang akan memeberikan manfaat dengan bau harum minyak wangi. Bisa jadi dengan diberi hadiah olehnya, atau membeli darinya, atau minimal dengan duduk bersanding dengannya , engkau akan mendapat ketenangan dari bau harum minyak wangi tersebut. Kebaikan yang akan diperoleh seorang hamba yang berteman dengan orang yang shalih lebih banyak dan lebih utama daripada harumnya aroma minyak wangi. Dia akan mengajarkan kepadamu hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan agamamu. Dia juga akan memeberimu nasihat. Dia juga akan mengingatkan dari hal-hal yang membuatmu celaka. Di juga senantiasa memotivasi dirimu untuk mentaati Allah, berbakti kepada kedua orangtua, menyambung silaturahmi, dan bersabar dengan kekurangan dirimu. Dia juga mengajak untuk berakhlak mulia baik dalam perkataan, perbuatan, maupun bersikap. Sesungguhnya seseorang akan mengikuti sahabat atau teman dekatnya dalam tabiat dan perilakunya. Keduanya saling terikat satu sama lain, baik dalam kebaikan maupun dalam kondisi sebaliknya.

Jika kita tidak mendapatkan kebaikan-kebaikan di atas, masih ada manfaat lain yang penting jika berteman dengan orang yang shalih. Minimal diri kita akan tercegah dari perbuatan-perbuatn buruk dan maksiat. Teman yang shalih akan senantiasa menjaga dari maksiat, dan mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan, serta meninggalkan kejelekan. Dia juga akan senantiasa menjagamu baik ketika bersamamu maupun tidak, dia juga akan memberimu manfaat dengan kecintaanya dan doanya kepadamu, baik ketika engkau masih hidup maupun setelah engkau tiada. Dia juga akan membantu menghilangkan kesulitanmu karena persahabatannya denganmu dan kecintaanya kepadamu. (Bahjatu Quluubil Abrar, 148)

Sebaliknya, bergaul dengan teman yang buruk juga ada dua kemungkinan yang kedua-duanya buruk. Kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut memperoleh kejelekan yang dilakukan teman kita. Syaikh As Sa’di rahimahulah juga menjelaskan bahwa berteman dengan teman yang buruk memberikan dampak yang sebaliknya. Orang yang bersifat jelek dapat mendatangkan bahaya bagi orang yang berteman dengannya, dapat mendatangkan keburukan dari segala aspek bagi orang yang bergaul bersamanya. Sungguh betapa banyak kaum yang hancur karena sebab keburukan-keburukan mereka, dan betapa banyak orang yang mengikuti sahabat-sahabat mereka menuju kehancuran, baik mereka sadari maupun tidak. Oleh karena itu, sungguh merupakan nikmat Allah yang paling besar bagi seorang hamba yang beriman yaitu Allah memberinya taufik berupa teman yang baik. Sebaliknya, hukuman bagi seorang hamba adalah Allah mengujinya dengan teman yang buruk. (Bahjatu Qulubil Abrar, 185)

So.. teman-teman, penting bagi kita menggunakan lisan kita dengan bergaul teman-teman yang baik dan soleh. Teman-teman yang soleh selalu melakukan hal-hal yang bermanfaat khususnya perkataan mereka, seperti dengan banyak berdzikir kepada Allah, membaca alquran, serta mengatakan kebaikan yang membawa manfaat bagi orang lain. Wallahu’alam(AF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here