Makassar – Semarak Ramadhan Putih Abu abu (SRPA) Pesantren Kilat (Peskil) oleh HILMI bekerjasama dengan IPMI yang dilaksanakan untuk SMA/SMK se-derajat di Kota Makassar telah selesai dengan terlaksananya di 21 sekolah di Kota Makassar yang ditutup oleh SMA Laniang pada 9 Juni 2018.

Semarak Ramadhan Putih Abu abu (SRPA) HILMI tahun 2018 menjalin kerjasama Peskil di sekolah sekolah dalam 3 (tiga) gelombang, gelombang pertama pada tanggal 21-26 Mei 2018 yang diadakan pada 7 sekolah antara lain SMA MADANI, SMA SATRIA, SMA/SMK TAMALATE, SMAN 3, SMAN 8, SMAN 17, SMAN 19 dan SMA KARTIKA XX-1. Gelombang kedua pada tanggal 28 Mei – 2 Juni pada 8 sekolah antara lain SMA Abdi Pembangunan, SMKN 8, SMA YP PGRI 3, SMK UMI, SMK Baji Minasa, SMKN 3, SMK Komputer Mutiara Ilmu dan SMAN 21. Gelombang ketiga pada tanggal 4-9 Juni 2018 pada 5 sekolah antara lain SMAN 12, SMK Kartika XX-1, SMAN 7, SMAN 9 dan SMK Laniang.

Dalam pelaksanaannya SRPA 2018 menghadapi hambatan-hambatan namun dapat diselesaikan atas bantuan beberapa pihak setelah pertolongan Allah ta’ala tentunya. Kegigihan para pemateri peskil dan penanggung jawab sekolah dalam menjalankan amanah merupakan elemen terpenting dalam suksesnya pelaksanaan peskil, peran serta pihak sekolah-sekolah terkait juga termasuk pendukung utama yang sangat membantu dalam menyukseskan SRPA tahun ini.

Kepada pihak Infokom Ketua PD HILMI Makassar, Andi Muhammad Reza Ramadhan mengungkapkan rasa terima kasih atas semua pihak yang telah membantu suksesnya SRPA 2018 utamanya untuk pihak sekolah atas kepercayaan yang diberikan kepada HILMI dalam melaksanakan Peskil di sekolah sekolah.

“Kami berterima kasih kepada sekolah-sekolah yang kembali mempercayakan HILMI sebagai mitra dalam melaksanakan Pesantren Kilat pada tahun ini, juga kepada sekolah yang baru pertama kali bekerja sama dengan HILMI dalam penyelenggaraan Peskil, Dan tak lupa kami mengucapkan permohonan maaf apabila selama kerja sama dalam penyelenggaraan Peskil ini banyak terjadi kekurangan dan kekhilafan”.

Peskil merupakan wujud dari usaha HILMI dalam memperbaiki akhlaq dan adab pelajar utamanya siswa(i) SMA di Makassar.

“Kerjasama sekolah dan HILMI tidak berakhir di peskil saja, segala usaha akan terus kita galakkan untuk melanjutkan proses pembinaan, salah satunya yaitu dengan penandatangan MoU dengan pihak sekolah berupa kerjasama pemberantasan buta aksara al-Qur’an di tiap sekolah yang kita sebut dengan SAINS (Studi al-Qur’an Intensif) berupa Tahsinul Qira’ah dan pembinaan adab serta akhlaq islami.”Sambung Andi Muhammad Reza.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here