Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan wabah virus corona (Covid-)19 di Indonesia sebagai Bencana Nasional sejak diumumkan Sabtu (14/3). Sebagai imbasnya pemerintah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan physical distancing, hal ini disambut baik oleh Himpunan Pelajar Muslim Indonesia (HILMI) dengan menghentikan seluruh program kerja yang berpotensi terjadinya kontak fisik dan mengalihkan koordinasi dengan metode daring.

Langkah pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19

Pandemi ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi telah menyebar ke ratusan negara lainnya di seluruh dunia. Hari ini setelah 42 hari pengumuman kasus positif pertama di Indonesia berbagai sektor kehidupan terdampak mengalami disfungsi sosial. Sebut saja sektor kesehatan, industri, ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, dan juga agama tak lepas dari binding aturan pemerintah merespon kasus ini dengan serius.Dalam Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan Pasal 59 Ayat 2 disebutkan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar bertujuan mencegah meluasnya penyebaran penyakit, kedaruratan kesehatan masyarakat yang sedang terjadi antar orang di suatu wilayah tertentu.Lalu pada Ayat 3, Pembatasan Sosial Berskala Besar paling sedikit meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.Istilah tersebut yang kemudian lebih dikenal oleh publik sebagai social distancing. Tetapi dewasa ini, istilah itu dinilai tidak tepat karena masyarakat masih bisa bersosialisasi melalui media daring sedangkan tujuannya adalah untuk membatasi interaksi fisik. Maka kemudian muncul physical distancing sebagai istilah yang lebih tepat saat ini.

Dampak Physical Distancing bagi sekolah khususnya rohis

Dampak pemberlakuan physical distancing bagi sekolah terlihat jelas. Siswa dirumahkan dan pembelajaran dilakukan melalui media daring. Himpunan Pelajar Muslim Indonesia (HILMI) merupakan lembaga dakwah yang bergerak di tingkat SMA/sederajat melakukan inovasi dalam menjaga denyut organisasi di tengah pandemi saat ini. Beberapa program kerja tidak bisa berjalan seperti tarbiyah, tahsin, tahfidz-weekend, taklim sektor, malam bina iman dan takwa (mabit), tarbiyah jasadiyah, temu aktivis rohis dan juga musyawarah rutin yang biasanya dilakukan sekali dalam sepekan.

Baca juga: PD HILMI kota Palu resmi berdiri ditandai dengan deklarasi yang dilakukan oleh pelajar muslim kota palu

Arahan Ketua Umum HILMI terkait PSBB

Melalui arahan Ketua Umum HILMI yang diunggah dengan video pada 18 Maret 2020 Ustadz Muhtadin Akbar, S.Si. menyampaikan bahwa, “Kepada pengurus dan simpatisan agar mematuhi arahan pemerintah dengan menunda agenda kerja internal dan yang berhubungan langsung dengan Rohis binaan serta mengalihkan tarbiyah dan taklim ke media daring”.Arahan tersebut bertujuan mendukung gerakan physical distancing agar penyebaran virus covid-19 bisa terputus.

Hal ini juga merupakan dakwah yang bisa dicontoh oleh masyarakat agar mematuhi permerintah dan tetap bisa melaksanakan aktifitas dengan media daring. Lalu bagaimana respon Pimpinan Daerah terhadap arahan ini ?

  1. Syahrul, PD HILMI Sinjai”Secara umum kami melihat kurang efektif dibanding berhadapan langsung, khususnya kami yang berada di daerah Sinjai semenjak ada himbauan hingga ketika musyawarah daring (ZOOM) sangat tidak maksimal karena jaringan di kampung yang kurang mendukung.Jadi pekan lalu musyawarah pakai whatsapp group saja, karena hanya itu yang bisa, meskipun mmbutuhkan waktu yang lama Tapi Alhamdulillah bisa berjalan lancar, dan kadang dilanjut musyawarahnya smpai esok harinya”.
  2. Ardi, PD HILMI Bulukumba ‘Kami berharap kepada semua pengurus, jangan ada kata malas untuk bermusyawarah meskipun ditengah wabah seperti ini. Hargai setiap proses, meskipun itu kecil karena gunung yang besar berawal dari batu-batu kecil yang menumpuk”.
  3. Satrio Bagus, PD HILMI Makassar”Kondisi pandemi saat ini adalah ujian bagi semua mukmin. Mematuhi arahan pemimpin, ulama, dan ahli kesehatan adalah bentuk pengamalan iman. Musyawarah daring mungkin tidak seefektif konvensional tapi saat ini hal tersebut bisa menyelamatkan banyak orang dari penularan virus. Lekas pulih insya Allah”.

Musyawarah dalam jaringan ini akan terus berlangsung hingga wabah virus covid-19 meredah dan dapat dikendalikan hingga dicabutnya himbauan untuk physical distancing oleh pemerintah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here