Sobat, dalam kesempatan kali ini, kita akan melanjutkan tips atau cara menjadi pribadi yang bijak dalam menggunakan media sosial. Dan semoga tiga tips sebelumnya sudah diaplikasikan dalam kehidupan bermedia sosial kita. Sebagaimana yang kita ketahui bersama media sosial tentu bukanlah hal yang baru lagi bagi masyarakat Indonesia, bahkan bukan hanya dari golongan remaja saja yang menggunakan media sosial namun juga sudah merambah ke usia anak-anak dan orang tua. Yang patut menjadi perhatian kita adalah bagaimana efek dari penggunaan media sosial tersebut, positif dan negatif media sosial tergantung bagaimana individu-individu itu sendiri dalam memanfaatkannya. Makanya kita perlu mengetahui bagaimana cara menggunakan media sosial dengan bijak.
Maka pada pembahasan kali ini sobat, kita akan menyempurnakan pembahasan sebelumnya agar kita lebih mengetahui dan menambah wawasan kita sebagai pengguna media sosial yang aktif.

Keempat, filter pertemanan anda.
Hal ini dimaksudkan untuk tidak asal dalam menambahkan atau menerima pertemanan yang memungkinkan membawa efek negatif bagi sikap anda dalam menggunakan media sosial.
Selain itu juga melindungi diri anda dari tindakan hal-hal yang tidak diinginkan.

Kelima, pasang foto profil yang sewajarnya
Sebab foto profil merupakan hal pertama yang dilihat orang lain di media sosial, dan foto profil juga yang akan mengidentifikasikan diri anda dan juga akan memudahkan orang lain untuk menemukan anda. Maka gunakanlah foto profil yang sewajarnya tanpa hal-hal berbau negatif.

Keenam, jauhi perdebatan
Media sosial adalah hal yang paling rentan menimbulkan perdebatan, mengapa demikian ?
sebab nalar setiap kita berbeda-beda, gampang tersinggung, mudah baperan, dan tak jarang tanpa memilih kalimat yang tepat sehingga berujung pada perdebatan.
Maka hindarilah memancing dan mudah terpancing dalam status-status yang belum jelas kebenarannya. Jika diam adalah cara terbaik untuk mengomentari maka diam jauh lebih baik ketimbang harus mengkritisi. Maka sebisa mungkin sobat, kita menghindari yang namanya perdebatan di media sosial.

Ketujuh, selalu gunakan etika/norma saat berinteraksi
Etika begitu penting dalam interaksi kita kepada manusia-manusia media sosial, sebab media sosial itu sendiri bersifat publik, apapun yang kita tulis atau yang kita share dalam beranda media sosial kita akan menjadi penilaian orang banyak. Maka perlu kita perhatikan etitud dalam bermedia sosial meski orang yang tidak kita kenal sekalipun.

Kedelapan, manfaatkan sebaik-baiknya media sosial kita
seluruh media sosial memiliki positif dan negatif, maka untuk menjadi pribadi bijak dalam bermedia sosial; setelah kita mengetahui keburukan atau dampak negatif yang mampu ditimbulkan oleh media sosial, maka sebisa mungkin kita menghindari dampak negatif tersebut dengan tidak mencoba-coba mendekati hal-hal yang mampu menjerumuskan kita kedalam hal negatif tersebut. Dan di sisi yang lain kita menjadikan media sosial yang kita miliki dengan menghidupkan nilai-nilai positif yang di miliki media sosial itu sendiri.

Buang racun dari media sosial dan ambil madunya saja. Kita mempelajari dampak negatif dari media sosial bukan berarti kita bisa seenaknya mencela media sosial itu sendiri; namun kita berusaha untuk tidak termasuk dalam dampak negatif yang dimiliki sosial media.
Dan kita mempelajari dampak positif dari media sosial agar kita bisa menggunakannya dengan maik di jaman milenial seperti ini. Selamat menebar kebaikan dan manfaat melalui media sosial, semoga bermanfaat sampai jumpa di lain kesempatan. (UM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here