Makassar – Pimpinan Pusat (PP) HILMI menggelar Webinar Nasional dengan tema “Peran Pemuda dalam Menjaga NKRI” pada ahad (18/10/2020).

Kegiatan yang diselenggarakan melalui media virtual dan dihadiri oleh ratusan peserta ini, PP HILMI menghadirkan tokoh Nasional dan juga merupakan Wasekjen MUI, Dr., K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A.

Dalam pemaparannya Ustadz Zaitun Rasmin memaparkan bahwa peran pelajar atau dalam hal ini pemuda bukan hanya sekadar ikut aksi. Maka apa saja peran pemuda itu?

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Zaitun Rasmin menyebutkan, ada empat hal yang perlu disiapkan pemuda dalam rangka menjaga agama dan NKRI.

Pertama, adanya persiapan fisik. Pemuda harus mengerahkan segala potensinya. Dengan jiwa maupun raganya. Menurut Zaitun, apabila NKRI mengalami ancaman serius, misalnya serangan dari luar, maka para pemuda harus berada di garis terdepan.

“Bukan tidak mungkin hal seperti ini terjadi di zaman modern. Kita bisa lihat bagaimana perlakuan Amerika terhadap Afghanistan dan Iraq, Isrel mencaplok Palestina. Penindasan etnis Rohingya di Myanmar. Penindasan muslim Uyghur di China dan lainnya,” kata Zaitun kepada para Himpunan Pelajar Muslim Indonesia (HILMI), Ahad (18/10/2020).

“Karenanya, kesiapan fisik harus terus diasah seperti beladiri, ketangkasan memanah, berkuda dan lainnya,” Ujarnya.

Kedua, perlunya kesiapan jiwa. Semangat juang harus terus digelorakan. Kata Zaitun, ciri mukmin sejati adalah memiliki kesiapan berjuang, hal tersebut sesuai dengan firman Allah Swt di dalam surat Al Hujurat ayat 15.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

Ketiga, persiapkan ilmu. Para pelajar sangat diharapkan untuk terus belajar.

“Jika para pelajar muslim tidak mau belajar, kepada siapa lagi kita berharap? Karena itu teruslah belajar dengan banyak membaca. Problem serius kita hari ini adalah lemahnya semangat membaca,” ungkap Zaitun.

Setelah tiga persiapan dilakukan maka yang keempat adalah persatuan.

“HILMI harus hadir di seluruh Indonesia. Gelorakan kembali pelajar di seluruh penjuru Nusantara,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here